Artikel Sekolah
42 SPPG di Yogyakarta Sempat Terhenti karena Anggaran, BGN Pastikan Dana Mulai Dicairkan
Dipublikasikan oleh Perguruan Diponegoro Kisaran

Sebanyak 42 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan mengalami penghentian sementara operasional akibat kendala pendanaan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut berdampak pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di sejumlah wilayah. Keterlambatan anggaran membuat pengelola mengalami kesulitan dalam memenuhi berbagai kebutuhan operasional, termasuk pengadaan bahan pangan dan distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Menanggapi situasi tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa proses pencairan dana mulai dilakukan secara bertahap. Langkah ini diharapkan dapat membantu SPPG yang terdampak untuk kembali menjalankan aktivitas pelayanan seperti semula.
BGN menyebut koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan guna memastikan distribusi anggaran berjalan lancar. Pemerintah juga berupaya mempercepat penyelesaian kendala administratif agar operasional dapur MBG dapat kembali normal.
Kasus di Yogyakarta menambah daftar daerah yang sempat mengalami gangguan pelaksanaan MBG akibat persoalan pendanaan. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah wilayah lain juga melaporkan penghentian sementara layanan SPPG karena masalah serupa.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas nasional dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik dan kelompok sasaran lainnya.