Artikel Sekolah

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup, 31 Sekolah di Perbatasan Tak Lagi Terima MBG

Dipublikasikan oleh Perguruan Diponegoro Kisaran

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup, 31 Sekolah di Perbatasan Tak Lagi Terima MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia mengalami kendala setelah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebatik Timur menghentikan operasionalnya. Penutupan sementara tersebut terjadi karena dana operasional yang dibutuhkan untuk menjalankan layanan belum diterima.

Dapur SPPG Sebatik Timur selama ini menjadi pusat penyediaan dan distribusi makanan bergizi bagi puluhan sekolah di kawasan perbatasan. Dengan terhentinya operasional dapur, sebanyak 31 sekolah yang menjadi penerima manfaat tidak lagi memperoleh pasokan makanan bergizi seperti biasanya.

Pengelola SPPG menyebut kendala utama berasal dari tersendatnya pencairan dana operasional yang digunakan untuk membeli bahan baku pangan, membayar tenaga kerja, serta mendukung proses produksi dan distribusi makanan. Tanpa dukungan pendanaan tersebut, operasional dapur tidak dapat dipertahankan.

Sebatik Timur merupakan salah satu wilayah strategis karena berada di kawasan perbatasan negara. Program MBG di daerah tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik yang tersebar di berbagai sekolah, termasuk sekolah-sekolah yang berada di lokasi terpencil.

Pemerintah daerah dan pihak terkait saat ini terus melakukan koordinasi guna mencari solusi atas permasalahan tersebut. Diharapkan pencairan dana dapat segera dilakukan sehingga layanan MBG dapat kembali berjalan dan para siswa tidak kehilangan akses terhadap program yang selama ini membantu pemenuhan kebutuhan gizi mereka.

Sejumlah pihak menilai keberlanjutan program MBG sangat bergantung pada kepastian mekanisme pendanaan. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang lebih responsif agar gangguan administratif tidak berdampak langsung terhadap layanan yang diterima masyarakat.

← Kembali ke Artikel