Artikel Sekolah

Libur Sekolah Bikin Permintaan MBG Turun, Harga Ayam dan Telur Ikut Merosot

Dipublikasikan oleh Perguruan Diponegoro Kisaran

Libur Sekolah Bikin Permintaan MBG Turun, Harga Ayam dan Telur Ikut Merosot

JAKARTA – Masa libur sekolah membawa dampak terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas pangan, khususnya daging ayam dan telur ayam ras. Penurunan aktivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama liburan menyebabkan permintaan terhadap kedua komoditas tersebut berkurang sehingga harga di pasaran ikut melemah.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa salah satu penyebab turunnya harga ayam dan telur adalah berhentinya sementara penyaluran MBG di sekolah selama masa libur. Penyerapan yang menurun membuat pasokan di pasar menjadi lebih banyak dibandingkan permintaan. Bahkan di sejumlah daerah, harga telur dan ayam berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kondisi serupa juga tercatat di berbagai wilayah. Sejumlah pedagang mengaku harga daging ayam, telur, hingga beberapa komoditas pangan lain mengalami penurunan sejak dapur MBG berhenti beroperasi sementara. Meski menguntungkan konsumen, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi peternak dan pelaku usaha karena margin keuntungan ikut menurun.

Pemerintah menyatakan terus memantau perkembangan harga pangan agar tetap stabil. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong penyerapan hasil produksi melalui sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), serta menjajaki peluang ekspor telur untuk mengurangi kelebihan pasokan di dalam negeri.

Pelaksanaan Program MBG dijadwalkan kembali berjalan setelah kegiatan belajar mengajar dimulai. Dengan meningkatnya kembali kebutuhan bahan baku untuk dapur SPPG, permintaan terhadap ayam dan telur diperkirakan akan kembali pulih sehingga harga di tingkat peternak dan pasar dapat bergerak lebih stabil.

← Kembali ke Artikel