Artikel Sekolah
Mayoritas Dapur MBG Gandeng UMKM Lokal, Dorong Perputaran Ekonomi Daerah
Dipublikasikan oleh Perguruan Diponegoro Kisaran

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi lokal. Hasil survei Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkapkan bahwa sekitar 86,9 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menjalin kemitraan dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah masing-masing.
Kerja sama tersebut mencakup penyediaan berbagai kebutuhan dapur, mulai dari bahan pangan, perlengkapan operasional, hingga layanan pendukung lainnya. Dengan melibatkan pemasok dari lingkungan sekitar, kebutuhan harian dapur MBG dapat dipenuhi sekaligus membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
DEN juga mencatat bahwa setiap SPPG rata-rata bermitra dengan tiga UMKM. Pola kemitraan ini dinilai efektif dalam memperluas manfaat program karena tidak hanya berorientasi pada penerima manfaat makanan bergizi, tetapi juga memberikan peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal.
Selain sektor usaha, dampak positif juga terlihat pada aspek ketenagakerjaan. Sebagian besar tenaga kerja yang bertugas di dapur SPPG berasal dari masyarakat sekitar. Kehadiran program MBG membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus memberikan sumber pendapatan tambahan bagi warga di berbagai daerah.
Melalui keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal, program MBG diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.