Artikel Sekolah

Skema MBG Dievaluasi, Opsi Kantin Sekolah Dinilai Bisa Lebih Efisien

Dipublikasikan oleh Perguruan Diponegoro Kisaran

Skema MBG Dievaluasi, Opsi Kantin Sekolah Dinilai Bisa Lebih Efisien

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dievaluasi oleh berbagai pihak, termasuk terkait model distribusi yang digunakan saat ini melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sejumlah pihak menilai, skema penyaluran makanan melalui kantin sekolah dapat menjadi alternatif yang lebih sederhana dan efisien dibandingkan sistem dapur terpusat. Model ini dinilai berpotensi mengurangi biaya logistik sekaligus mempercepat distribusi makanan kepada siswa.

Selain efisiensi, penggunaan kantin sekolah juga dianggap dapat meningkatkan ketepatan sasaran karena pengelolaan dilakukan langsung di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pengawasan kualitas dan distribusi makanan dapat dilakukan secara lebih dekat dan real time.

Meski demikian, perubahan skema dari SPPG ke kantin sekolah tetap memerlukan kajian mendalam, terutama terkait kesiapan infrastruktur, standar gizi, serta pengawasan keamanan pangan. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa setiap sekolah memiliki kapasitas yang memadai untuk menjalankan peran tersebut.

Di sisi lain, SPPG yang selama ini menjadi tulang punggung pelaksanaan MBG tetap dinilai memiliki peran penting, khususnya di wilayah yang belum memiliki fasilitas kantin yang memadai.

Pemerintah disebut masih terus mengkaji berbagai opsi untuk memastikan program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik di seluruh daerah.

← Kembali ke Artikel