Artikel Sekolah

Terkendala Dana Operasional, Tiga SPPG di Nunukan Kembali Hentikan Layanan MBG

Dipublikasikan oleh Perguruan Diponegoro Kisaran

Terkendala Dana Operasional, Tiga SPPG di Nunukan Kembali Hentikan Layanan MBG

Permasalahan pendanaan kembali menghantam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah perbatasan. Tiga SPPG di Kabupaten Nunukan dilaporkan menghentikan operasional karena dana yang dibutuhkan untuk menjalankan layanan belum juga diterima.

Penghentian operasional tersebut menyebabkan distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat untuk sementara waktu tidak dapat dilakukan. Kondisi ini menambah daftar SPPG di sejumlah daerah yang sebelumnya juga mengalami kendala serupa akibat keterlambatan pencairan anggaran operasional.

Pengelola SPPG menyebut biaya operasional harian yang mencakup pembelian bahan baku, distribusi makanan, hingga pembayaran tenaga kerja tidak dapat ditanggung secara berkelanjutan tanpa adanya kepastian pencairan dana. Karena itu, penghentian sementara operasional dinilai sebagai langkah yang tidak dapat dihindari.

Wilayah Nunukan yang berada di kawasan perbatasan memiliki tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program. Selain faktor jarak dan distribusi logistik, keberlanjutan layanan sangat bergantung pada kelancaran dukungan pendanaan agar kebutuhan operasional dapat terpenuhi tepat waktu.

Pemerintah dan pihak terkait disebut tengah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut agar layanan MBG dapat kembali berjalan normal. Evaluasi terhadap mekanisme penyaluran anggaran juga menjadi perhatian guna mencegah terulangnya gangguan operasional di berbagai daerah.

Sejumlah pengamat menilai keterlambatan pendanaan perlu segera diatasi karena dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap program. Selain itu, kepastian pendanaan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan layanan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

source: Lagi, 3 SPPG di Nunukan Berhenti Operasi karena Anggaran Belum Cair

← Kembali ke Artikel